Ketahui Minat dan Bakat Melalui TBS

Rabu, 2 Oktober 2019. Sehari setelah hari kesaktian pancasila. Seluruh siswa kelas 12 SMA Negeri 2 Purbalingga melaksanakan kegiatan TBS (Tes Bakat Skolastik). Tes ini diadakan dalam rangka untuk mengetahui kemampuan siswa dalam berbagai bidang. Tes ini dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 08.00 hingga 09.30, sesi kedua berlangsung pukul 10.30 hingga 12.00, dan sesi ketiga berlangsung pukul 13.00 hingga 14.30. Bertempat di laboratorium komputer SMA Negeri 2 Purbalingga.

Beberapa tes yang diujikan adalah tes verbal, tes kuantitatif, dan logika analitis. Tes verbal berisi tentang padanan kata, antonim dan sinonim. Terdiri dari 30 soal. Siswa kadangkala dikejutkan dengan bermunculannya kata yang kurang familiar, sehingga menghambat mereka menjawab pertanyaan yang diberikan dengan tepat. Kemudian, tes yang kedua yaitu kuantitatif. Seperti yang sudah diketahui, tes kuantitatif merupakan tes yang berhubungan dengan angka. Materinya berupa deret angka, aljabar, dan dimensi tiga. Tes kuantitatif ini berisi 20 soal.
Kemudian, tes yang terakhir yaitu tes kemampuan logika dan analitis, terdiri dari 21 soal. Tes ini melatih siswa untuk bisa berpikir secara logis terhadap pernyataan yang ditampilkan.

Tes bakat skolastik yang berlangsung selama satu jam tiga puluh menit ini diakhiri dengan pengisian survei oleh masing-masing siswa. Beberapa pertanyaan menanyakan tentang pada bagian mana tes yang dirasa sulit untuk dikerjakan, dan tes mana yang membutuhkan waktu lama dalam pengerjaannya.

Setelah dilakukan survei, nilai pun langsung muncul. Dapat ditebak bahwa mayoritas siswa memperoleh hasil yang baik pada tes verbal/bahasa. Sedangkan pada tes kuantitatif dan logika analitis, hasil yang diperoleh kurang memuaskan. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya waktu yang disediakan sehingga banyak siswa yang tidak sempat meneyelesaikan tes tersebut.

Namun meski demikian, kegiatan TBS dapat berjalan dengan lancar sesuai waktu yang dosediakan. Hanya ada beberapa kendala yang dihadap siswa, seperti komputer yang kurang dapat beroperator dengan baik sehingga membuat siswa terpaksa berpindah menuju komputer lain yang lebih baik kualitasnya.

Writer : Nora Zaharani Yasmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *